Besarnya tubuh manusia pada jaman dahulu berbeda dengan jaman sekarang.
Adam yang punya tinggi badan 60 hasta yang akhirnya umat-umat sesudahnya
berkurang tingginya. Jarang kita dapati orang yang memiliki tinggi
badan 2 meter. Kenapa ini bisa terjadi ? Jawabannya adalah karena dosa.
Buah-buahan yang kita dapati sekarang berbeda dengan buah-buahan pada
jaman dahulu yang relatif memiliki volume yang besar. Kenapa itu bisa
terjadi ? Jawabannya adalah karena dosa.
Dua riwayat di bawah ini bisa kita jadikan renungan :
خلق الله ادم وطوله فى السماء ستون ذراعا فلم يزل الخلق ينقص حتّى الان
Alloh ciptakan Adam sementara tingginya di langit mencapai 60 hasta, hingga sekarang terus menerus berkurang [HR Bukhori]
عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ …فَبَيْنَمَا هُوَ
كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ
الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ
وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ
قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلَا
يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلَّا مَاتَ وَنَفَسُهُ
يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ
بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ
قَدْ عَصَمَهُمْ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ
وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ
إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي
لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ
وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ
يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ
فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ
بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ
حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ
دِينَارٍ لِأَحَدِكُمْ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى
وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ
فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ
اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الْأَرْضِ فَلَا يَجِدُونَ فِي
الْأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلَّا مَلَأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ
فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ
اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ
حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ
بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الْأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا
كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلْأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي
بَرَكَتَكِ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنْ الرُّمَّانَةِ
وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ
اللِّقْحَةَ مِنْ الْإِبِلِ لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنْ النَّاسِ
وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنْ النَّاسِ
وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْغَنَمِ لَتَكْفِي الْفَخِذَ مِنْ النَّاسِ
فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً
فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ
مُسْلِمٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ
الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ
Dari An Nawwas bin Sam'an berkata: Pada suatu pagi, Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa Salam menyebut Dajjal, ……. tiba-tiba 'Isa putra
Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan
dua baju berwantek za'faran seraya meletakkan kedua tangannya diatas
sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air menetas dan bila ia
mengangkat kepala keringat bercucuran seperti mutiara, tidaklah orang
kafir mencium bau dirinya kecuali mati dan bau nafasnya sejauh matanya
memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu
membunuhnya. Setelah itu Isa putra Maryam mendatangi suatu kaum yang
dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan
menceritakan tingkatan-tingkatan mereka disurga. Saat mereka seperti
itu, Allah mewahyukan padanya: 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan
hamba-hambaKu, tidak ada yang bisa memerangi mereka, karena itu
giringlah hamba-hambaKu ke Thur. Allah mengirim Ya'juj dan Ma'juj, 'Dari
segala penjuru mereka datang dengan cepat.' (Al Anbiyaa`: 96) Lalu yang
terdepan melintasi danau Thabari dan minum kemudian yang belakang
melintasi, mereka berkata: 'Tadi disini ada airnya.' nabi Allah Isa dan
para sahabatnya dikepung hingga kepala kerbau milik salah seorang dari
mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian
saat ini, lalu nabi Allah Isa dan para sahabatnya menginginkan Allah
mengirimkan cacing di leher mereka lalu mereka mati seperti matinya satu
jiwa, lalu 'Isa dan para sahabatnya datang, tidak ada satu sejengkal
tempat pun melainkan telah dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk darah
mereka. Lalu Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah lalu Allah
mengirim burung seperti leher unta. Burung itu membawa mereka dan
melemparkan mereka seperti yang dikehendaki Allah, lalu Allah mengirim
hujan kepada mereka, tidak ada rumah dari bulu atau rumah dari tanah
yang menghalangi turunnya hujan, hujan itu membasahi bumi hingga dan
meninggalkan genangan dimana-mana. Dikatakan kepada bumi :keluarkanlah
semua keberkahanmu ! Keluarlah keberkahannya sehingga serombongan orang
cukup makan sebuah delima dan dapat bernaung dengan kulitnya. Sekelompok
manusia cukup dengan unta perahan, satu kabilah cukup dengan sapi
perahan dan beberapa kerabat mencukupkan diri dengan kambing perahan.
Saat mereka seperti itu, tiba-tiba Allah mengirim angin sepoi-sepoi lalu
mencabut nyawa setiap orang mu`min dan muslim dibawah ketiak mereka,
dan orang-orang yang tersisa adalah manusia-manusia buruk, mereka
melakukan hubungan badan secara tenang-terangan seperti keledai kawin.
Maka atas mereka itulah kiamat terjadi [HR Muslim]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar