3. LANDASAN KETIGA
Apabila ditanyakan kepadamu, siapakah nabimu? Maka jawablah, Muhammad putra Abdullah putra Abdul Muthalib putra Hasyim, Hasyim dari Quraisy, Quraisy dari Kinanah, Kinanah dari Arab, Arab adalah keturunan Isma’il, Isma’il dari Ibrahim, Ibrahim dari Nuh, Nuh dari Adam, dan Adam dari saripati tanah. Dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti perumpamaan Adam. Allah menciptakan Adam dari saripati tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia”.
Kemudian apabila ditanyakan kepadamu, siapakah rasul pertama? Maka jawablah, yang pertama adalah Nuh AS, yang terakhir dan yang paling utama adalah Muhammad SAW. Dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya”.
Kemudian apabila ditanyakan kepadamu, apakah di antara Nuh dan Muhammad SAW ada rasul? Maka jawablah, benar. Dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala :
“Dan sungguh telah Kami utus pada setiap ummat seorang rasul (yang menyeru), “Beribadahlah kepada Allah dan jauhilah thaghut””
Kemudian apabila ditanyakan kepadamu, apakah Muhammad SAW seorang manusia? Maka jawablah, benar. Dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya aku tidak lain hanyalah manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku, “Sesungguhnya Tuhan kamu (yang patut diibadahi) tidak lain adalah Tuhan yang esa”. Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah beramal dengan amalan yang shalih dan janganlah ia menyekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.
Kemudian apabila ditanyakan kepadamu, apakah Muhammad SAW seorang hamba? Maka jawablah, benar. Dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala :
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil Haram menuju masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya”.
Kemudian apabila ditanyakan kepadamu, berapa umurnya? Maka jawablah, enam puluh tiga tahun, empat puluh tahun sebelum kenabian, dan dua puluh tiga tahun menjadi nabi dan rasul. Diangkat menjadi nabi dengan ayat “Iqraa” dan menjadi rasul dengan surat “Al-Mudatsir” dan diperuntukkan bagi seluruh manusia, maka Allah berfirman :
“Wahai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semuanya”.
Maka yang mendustakannya, yang memusuhinya, yang mengusirnya, dan yang mengatakan bahwa dia adalah tukang sihir pendusta, maka Allah menurunkan ayat tentang hal ini semua :
“Dan apabila engkau (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat yang semisal Al-Qur’an dan serulah penolong-penolong selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.
Dia tinggal di Mekah dan lahir di sini. Kemudian hijrah ke Madinah, wafat dan dimakamkan jenazahnya di sana. Dan kekal ilmunya. Nabi tidak boleh disembah, rasul tidak boleh didustakan, akan tetapi ditaati dan diikuti. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepadanya, keluarganya dan shahabatnya semua.
Ali-Imran : 51
Fushilat : 37
Al-A’raaf : 54
Adz-Dzariyat : 56 - 58
An-Nisaa : 59
Berbuat adil maksudnya adalah bertauhid. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, yakni menempatkan hak ibadah kepada Yang berhak diibadahi, yaitu Allah SWT. Dengan kata lain Adil adalah Tauhid.
Ihsan adalah senantiasa merasa diawasi oleh Allah, ini juga salah satu wujud Tauhid.
An-Nahl : 90
An-Nisaa : 48
Ali-Imran : 19
Ali-Imran : 85
Ali-Imran : 18
Al-Ahzab : 33
An-Nisaa : 103
At-Taubah : 103
Al-Baqarah : 183
Adalah lebih baik untuk mengingatkan dan menanyakan segala hal yang diperlukan sebelum berpuasa.
Al-Baqarah : 185
Al-Baqarah : 187
Ali-Imran : 97
Al-Baqarah : 285
Al-Qamar : 49
An-Nahl : 128
At-Taghaabun : 7
Ali-Imran : 59
An-Nisaa : 163
An-Nahl : 36
Al-Kahfi : 110
Al-Israa : 1
Al-A’raaf : 158
Al-Baqarah : 23
Tidak ada komentar:
Posting Komentar